18 Maret 2017

TNI AU Akan Pasang Radar di Singkawang

18 Maret 2017


Singkawang, Kalimantan Barat (image : GoogleMaps)

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Posisi Lanud Supadio merupakan Pangkalan TNI Angkatan Udara (AU) paling strategis. Untuk kekuatannya mendapat perhatian tersendiri.

Dalam kunjungan pertama Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau), Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama istri melaksanakan kunker ke Lanud Supadio.

Bersama rombongannya, Kasau didampingi Danlanud Supadio, Marsma TNI Minggit Tribowo mengecek seluruh kemampuan dari alutsista.

"Saya setelah menjabat sebagai kepala staf Angkatan Udara sengaja datang kesini untuk mengecek kemampuan di Lanud Supadio. Tujuannya adalah melihat kesiap siagaan Lanud Supadio di Rensra kedua 2015-2019 ini. Saya melihat beberapa kekuatan yang akan digelar disini," katanya.

Seperti pesawat hawk 100/200. Kemudian beberapa persenjataan Paskhas, Oerlikon serta kemampuan itu sendiri apakah kemampuan sudah masuk dalam kegiatan operasi atau dalam kegiatan latihan.

"Dalam Rensra kedua ini kita akan mengganti F 5 yang sudah tidak beroperasi selama setahun. Serta akan menambah radar sebanyak 20 radar. Dan satu radar akan dipasang di Kalimantan Barat di Singkawang. Dan ada penambahan 3 helikopter untuk kegiatan pasukan atau kegiatan SAR," jelasnya.


Senjata anti serangan udara jenis Oerlikon (photo : defence.pk)

Kedatangan Kasau, menjadi peluang bagi Pangkalan Lanud Supadi untuk terus mendapat peningkatan sesuai kenaikan type A, untu terus akan dillakukan penyesuaian terhadap kebutuhan-kebutuhan lain sesuai kemampuan semuanya untuk kebutuhan pertahanan negara.

"Kita juga akan konfigurasikan juga terhadap seluruh kebutuhan di semua pangkalan di Indonesia. Kita lakukan dimana saja yang kita butuhkan. Seperti di Ranai juga dilakukan peningkatan kekuatan," ungkap Kasau.

Kunker perdana Kasau bersama rombongannya mengitari seluruh skadron utama dan semua alutsista dari Pesawat Tempur, rudal dan persenjataan di gudang. Dan persentaan paling modern yaitu Oerlikon. Dimana akan berfungsi sebagai penangkal setiap objek asing yang masuk ke wilayah Lanud Supadio.

"Lanud Supadio ini posisinya sangat strategis. Karena juga berada di wilayah perbatasan dan memiliki tanggung jawab terhadap Alur Laut Kalimantan Indonesia (ALKI). Makanya kita akan meng-on kan radar yang ada di wilayah ALKI selama 24 jam. Sehingga kita bisa memantau pergerakan pesawat yang sengaja masuk tanpa ijin yang tidak kita ketahui atau mengancam terhadap wilayah pertahan udara," tuturnya.

Ia menuturkan pula dengan mendatangi langsung potret kondisi Lanud Supadio pihaknya akan bisa memantau. Apa saja yang dibutuhkan dalam kekuatan yang ada di Lanud Supadio dalam hal pertahanan.

"Kedatangan saya kesini hanya untuk melihat potret Lanud Supadio, seberapa kemampuannya dan apa saja yang perlu kita tambahin nantinya," pungkasnya.

(TribunNews)

10 komentar:

  1. waktu Pak Mueldoko jadi Panglima mau bangun pangkalan baru di Tjg Datu , lahan sudah deal dengan pemprov ,sampai sekarang nggak lagi kedengaran ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kedengarannya dulu beliau mo merampingkan alutsista...tapi sayangnya ide ini dilontarkan hanya beberapa hari jelang pensiun

      Hapus
    2. buat jawab om unknow,
      analisa newbie guwe begini:

      pertama(I) soal dana & rencana. smuanya kan butuh dana besar. jadi perlu ada perencanaan jangka pendek & panjang yg matang dengan mengukur aspek perolehan dana dalam tiap tahun anggaran yg slalu fluktuatif.

      Kedua(II) waktu, kapan program itu dilaksanakan. Menentukan skala prioritas berdasarkan ancaman, mana yg akan didahulukan. Kita punya yg namanya renstra, program2 yg telah disusun tetap pun bisa bergeser dng membaca keadaan yg berkembang pada saat itu

      Ketiga (III) eksekusi, kalu dana telah tersedia tinggal jalan tu program2. mau pemimpin tninya diganti berkali2 pun program yg sdh dikaji dan anggarannya turun harus jalan trus. kcuali jika ada faktor politis. Percepatan program bisa dilaksanakan bila pemerintah memandang perlu, karna negara dalam bahaya misalnya ancaman perang, perselisihan.

      ketika jaman konflik ambalat oktober 2007 maka prioritas ditujukan untuk pningkatan pangkalan tni dan kodam di daerah kalimantan yg sempat diciutkan kan dari 4 kodam jadi 1, tahun 1984 terjadi reorganisasi dari 16 Kodam menjadi 10.

      Hapus
    3. pemekaran kodam dgn diaktifkan kembali kodam tanjung pura 2010, AU pun berbenah dengan ditingkatkannya lanud supadio menjadi tipe A, dan diresmikannya ska 51 tahun 2015.
      Dan juga pningkatan status lanud tarakan dari tipe C jd tipe B yg berkemampuan didarati sukhoi, feb 2016.

      Ini smua sebagai jawaban thd peningkatan ancaman keamanan di kalimantan.
      Dan tidak hanya di kalimantan saja, pulau lain disebelahnya pun ditingkatkan sperti di aktifkan kembali kodam merdeka manado desember 2016.
      lanal spesial kasel di palu yg rencana akan selesai tahun ini, pembangunannya sudah dimulai tahun 2011 di dermaga Pangkalan TNI AL (Lanal) Loli, Palu akan menjadi pangkalan kasel pertama diluar pulau jawa

      ambalat adalah contoh bgm tni & pemerintah merespon & berbenah . pelan tapi pasti penguatan militer dibuat berdasarkan rencana & skala prioritas.

      Setelah ambalat, skarang Natuna jd hotzone, arah prioritas pun beralih ke pulau terujung NKRI. Penguatannya gak tanggung2 lgs 3 matra ditunjuk utk mengisi pulau yg konon pgn dijadikan “pearl harbour” itu.

      http://defense-studies.blogspot.co.uk/2015/10/natuna-diproyeksikan-jadi-pearl-harbour.html#comment-form

      Hapus
    4. dgn terkurasnya byk dana untuk memperkuat natuna bisa kite liat dgn molornya jadwal pemekaran armada ke 3 dan pasmar 3 di sorong aje uda hampir 2 dekade dibicarakan dan direncanakan.

      apalagi yg di tjg datu, yg relatif masi barulah haha!

      Byk kok contoh tanah yg disediakan tp blom dibangun2 sperti

      “Pihak TNI AU dalam waktu dekat akan membangun pangkalan radar, Pemda Bengkulu Selatan akan siapkan 20 hektar lahan di Lapter II

      http://defense-studies.blogspot.co.id/2016/10/tni-au-bangun-pangkalan-radar-di.html


      moga2 dgn peningkatan ekonomi, maka kebutuhan peningkatan kekuatan tni bisa berjalan seiringlah.
      jd smua sabar yach, apapun pasti kita miliki, hmnn dikit2 aja dolo, ngeteng boo haha!






      Hapus
  2. Radar paling kuat untuk menjaga luas nusantara S400 . Bisa di bayangkan kalau sorong ada radar s400 daratan ausi bisa di pantau tampa batas .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Radarnya S-400 bukan buat surveilan...sistim rudal s-400 terhubung dg jaringan radar surveilan bos A-Em

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    3. buset s400 jd radar, apa gak skalian beli kim jong un, om antiembalgo haha!

      Hapus
  3. Sekarang S60 ditaruh dimana ya..??

    BalasHapus