08 Maret 2017

RSS Independence Retires After Close to Two Decades of Distinguished Service

08 Maret 2017

RSS Independence (L) with its successor LMV Independence (R). (photo : ChannelNewsAsia))

The Republic of Singapore Navy (RSN) decommissioned the first of its Fearless-class Patrol Vessels (PV), RSS Independence, at a sunset ceremony at Tuas Naval Base this evening. Officiated by Chief of Navy Rear-Admiral (RADM) Lai Chung Han, the ceremony marked the start of the progressive handing over of duties from the PVs, which have been operational starting from 1996, to the new Littoral Mission Vessels (LMV).

RSS Independence and its sister ships were the first warships wholly designed and built in Singapore, under a collaborative effort by the RSN, the Defence Technology Community, and the local defence industry. RSS Independence was commissioned on 22 Aug 1998 by then Deputy Prime Minister and Minister for Defence Dr Tony Tan Keng Yam, to take over the operational duties of Patrol Craft RSS Independence to safeguard Singapore's maritime interests and territorial integrity. RSS Independence had valiantly taken on the duties since then and was involved in numerous operations at sea, as well as in maritime surveillance, patrol and escort operations. It also participated in numerous bilateral and multilateral exercises with foreign navies.

Speaking at the ceremony, RADM Lai paid tribute to RSS Independence and to the generations of its crew members. He said, 'In her years of service, RSS Independence was an integral part of the RSN's frontline force which protected Singapore's territorial waters and safeguarded our sea lines of communication, staying true to her motto "We Will Defend". The success of RSS Independence would not have been possible without the unwavering dedication, professionalism, tenacity and sacrifice of the generations of officers and crews who have served on-board. The RSN salutes RSS Independence for her two decades of faithful service. The qualities and values she represented, as well as her steadfast contributions she has made, shall continue to inspire the men and women of the RSN for generations to come'.

The name RSS Independence along with its operational duties will be handed over to the LMV Independence during a commissioning ceremony on 5 May 2017, to be held in conjunction with the RSN's 50th anniversary celebrations. The LMVs are faster, more versatile, and equipped with sharper capabilities to further strengthen the RSN's effectiveness in seaward defence, and the protection of Singapore's sea lines of communication. The RSN's fleet of LMVs will be fully operational by 2020.
Also present at the decommissioning ceremony were past and present crew members of RSS Independence as well as senior RSN officers.

(Sing Mindef)

48 komentar:

  1. masih lumayan baru untuk ukuran kapal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Parkirannya udah penuh sesak bang....kayak dikita aja, sampe2 kapal selamnya diparkir dibrunei dan mistralnya dititipin di mesir.

      #haduh moga2 bung narapidana ga baca...

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  2. Lumayan...saab kebagian order super struktur dan mast-nya lmv, yang dari bahan karbon komposit spt yang dipake klewang

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Seharusnya kapal-kapal ini disumbangkan ke Malaysia yang masih sangat butuh kapal patroli/peronda . Untuk ukuran Malaysia ini kapal masih layak di gunakan .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Malaysia (TLDM) telah pun merancang dan melaksanakan program 15 to 5. Kapal ini tidak termasuk dlm perancangan jangka panjang TLDM.

      Hapus
    2. @Shafig.G ,tak usah malu . Kalau mentri pertahanan Malaysia tahu ,pasti dia akan minta sama singapure untuk di hibahkan ...

      Hapus
    3. tak ada apa utk dimalukan, program pertahanan / doktrin pertahanan setiap negara ada keperluan masing2. setakat ini, TLDM lebih memerlukan program 15 to 15, dan jenis kapal ini tidak termasuk dlm jenis kapal yg diperlukan. Mungkin TNI-AL boleh memohon hibah sebagaimana TNI-AU?

      Hapus
    4. @Shafiq G, kebijakan Jokowi melarang program hibah kecuali yang sudah terlanjur di setujui pemerintahan lalu .kebijakan ini tentu di dukung dengan ekonomi Indonesia yang makin kuat .Jadi tidak ada alasan untuk melanjutkan program hibah .

      Hapus
    5. ye? tapi masih menerima hibah F-16 dari Amerika Syarikat?owh..dan lagi TNI pernah memohon hibah dari Korea Selatan utk Landing Vehicle Track, jadi apa yg perlu dimalukan utk memohon hibah kapal ini dari Singapura?

      Hapus
    6. Shafiq F-16 itu dari pemerintahan sebelumnya dan sudah terlanjur dibayar. Kalau sudah keluar uang ya diterima saja kan? LVT juga sama. Your comment is illogical.

      On the other hand unkown's comment is also an unnecessary and stupid provocation.

      Hapus
    7. kan itu program pemerintah jaman presiden nomer enam pik, masa awak tak baca sech???

      hibah iya dan ada uang $750 juta utk refurbis 24 pesawat ntu. jadi butuh waktu buat perbaikan dan pergantian, mesin dan avioniknye.

      jd mesinnya dan tetek bengeknya diganti baruw

      10 ekor f16 yg dtg tahun ini hasil program 4-5 tahun lalu om sapik haha!

      skrg hibah untuk tni angkatan udara di setop/dilarang dulu.

      namun mungkin kalau mister trump mau hibah f 22 ato f 35 asal tak beli su 35, kurasa pemerintah sekarang bisa brubah fikiran haha!

      LVT7 tentu gratisan jaman presiden ke enam pula. kalo memohon itu tidak benar!

      karena indonesia beli banyak dari korea selatan, pesawat t 50 & kt-wong bi, kapal selam, LPD, meriam howitzer dan sebagainya.

      mereka kasih imbal balik itung2 bonuslah sebagai tanda terima kasih atas kerjasama yang sukses.

      mungkin kalau mereka mau hibah sejong the great, pemerintah skrg mau trima kali yak haha!

      tp kalu kapal singapo itu td perlu. galangan kapal tempatan bisa bikin soalnye haha!kecil itu mah

      jgn lupe, korea selatan juge beli cn 235 loh dari indonesia.


      Program 15-5 sudah bagus benar, Lanjutken.
      Nanti kalu Malaysia jadi bikin SSV di PT. PAL, mudah2an akan dapat bonus pula dari kita. biasanya sich nasi padang sama teh tawar haha!
      lumayan khan daripada gak ada om..

      Hapus
    8. Pg : pengganti f-5 antara su-35 dan ef2000 t3. Itu kalau enggak berubah lagi

      Hapus
    9. @Anonymous, tak ada unsur provokasi ,cuma saya merasa aneh .Negara yang jauh seperti Jepang ,eropa dll sudah menyumbangkan kapal bekasnya pada Malaysia. Ini kapal masih baru ketimbang yang dari Jepang ,kan layak di berikan pada Malaysia untuk patroli keamanan laut . Laut Malaysia yang aman dari penculikan abbu sayyaf juga penting bagi pelaut Indonesia karena beberapa orang pelaut Indonesia di culik di perairan Malaysia karena kurangnya jumlah kapal patroli .Malaysia sampai menggunakan kapal cargo peti kemas untuk menjaga perairannya.

      Hapus
    10. Su-35 ok lah. EF-2000? HAHAHAHA. Semua media juga cuma konsisten nyebut Su-35, Gripen, atau Viper lah EF-2000? Don't get me wrong EF-2000 menurut saya masih lebih bagus dari 3 lainnya. Tapi harganya paling mahal dan ToTnya masih ga jelas hahahaha. Gripen dan Viper masih lebih berpeluang dari EF2000! Itupun kalau TNI masih belum total bertekad beli Su-35. Baca di mana EF2000? Apa cuma nyebut EF2000 karena anda big fan? HAHAHA.

      Noh TNI sendiri bilang EF2000 kemahalan dan lebih prefer Su-35: http://defense-studies.blogspot.de/2015/03/tni-au-berikan-tanggapan-mengenai.html?m=1

      Hapus
    11. Dibilang yang diatas meja anda tahu ? Berani lari bugil ?

      Hapus
    12. Saya enggak suka ef2000. Kenapa saya bilang karena itu yang dijadikan bahan kajian.

      Hapus
    13. @unknown yaudah kalau ga ada niat provokasi. Ga usah diterusin lagi kalau gitu. Si orang Malaysia udah bilang point of view dari negara mereka gimana kan? Ya diterima aja haha.

      Hapus
    14. Lah anda yang terus-terusan ngomong calon pengganti fix cuma Su-35 dan EF2000 kan? EMANG ANDA TAU? Ga usah klaim seenak jidat terus tiap kali counter cuma gitu laaaah. Cemeeeen.

      Hapus
    15. Anda sok tahu dan saya tahu. Saya ngomong dikit karena percuma saya bilang panjang lebar, tapi anda enggak pernah mau dengerin.
      Dulu kandidat emang banyak.

      Gini aja deh, ini komentar panjang terakhir saya. Saya enggak bakal ngomong panjang lebar lagi.

      Selama enggak ada kebijakan yg berubah su-35 vs ef2000 bakal muncul di media.

      Ente bugil aja kalau omongan saya bener.
      Su-35 jadi opsi paling masuk akal, tapi us nolak kasih jalan buat kfx.
      Korea nyuruh kita nego langsung ke US. Maka ada OPSI kita beli ef2000 dengan tambahan asistensi airbus ke ifx.
      Order enggak bakal banyak, mentok sampe 8unit. harga yang ditawarkan rusia untuk su-35 bisa sampe 140-160jt. Itu hanya opsi belum tentu juga diambil.

      1. Bisa ambil ef2000 atau
      2. Beli su-35 dengan opsi kita beli barang lain dari US.
      Karena US cuma mau ngasih TOT jika indonesia kasih timbal balik yang sepadan ke mereka.

      Hapus
    16. Gini aja deh. Anda klaim anda paling tahu dan anda kerja di Kemhan kan? Post foto atau bukti apapun deh(ruang kantor anda kek, foto sama petinggi Kemhan kek, apa kek bebas). Omongan anda sih emang (untungnya) masih masuk akal ga kaya fan Rusia di sini. Tapi kalau anda ga kasih bukti buat apa saya lebih percaya omongan seorang "Caan" yang baru muncul awal tahun ini di blog ini dibanding media terkenal macam Reuters? Kalau anda bisa post bukti bahwa anda emang benar-benar orang dalam Kemhan saya percaya deh. Kalau ngga ya sorry aja.

      Hapus
    17. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    18. Saya bekerja bukan buat anda percaya, saya juga enggak bilang saya kerja di kemenhan. Cuma besok saya saya kesana. Kebetulan kalau pengen tahu saya, bisa dateng aja sebelum jumatan. Sekalian kan nanti biar dijelasin temen saya.

      Saya ngomong apa adanya, terserah kalau enggak percaya

      TUNGGU AJA, saya bilang gini juga enggak asal klaim, tapi share apa yang bener2 ada.

      Hapus
    19. Haha saya udah bilang kalo mau suruh saya ke Jakarta ketemu besok Jumat bayarin tiket PP Munich-Jakarta. Saya lagi kuliah di TU Munich dan saya ga mau keluar 15an juta buat buktiin klaim anda bahwa anda yang paling benar-benar tahu segalanya.

      Makanya udah saya kasih alternatif post bukti foto bisa di imgur bisa dimana bebas. Kalau ga mau atau ga berani ya silahkan, omongan anda tetap ga saya nilai valuenya setinggi berita dari media terkenal. Orang di internet bisa klaim apapun emang dengan modal anonimitas. Saya juga bisa klaim saya orang dalam TNI dan anda ga bisa buktiin ngga kan kalau saya ga bilang bahwa saya mahasiswa di Jerman? Jadi buat apa saya percaya omongan anda yang tanpa hard evidence?

      Hapus
    20. Komen Caan masuk akal juga . Tapi kita butuh SU35 bukan yang lain karena alasan politik dan harga.Siapa tak tergiur SU35 harga jauh lebih murah di banding produk sekelas buatan barat ,kecil kemungkinan diembargo . Sehingga paling pas buat Indonesia . Kalau masalah Tehnologi AS untuk IFX kenapa harus berpaling ke typoon buatan eropa .Cocoknya F16 V seri terbaru sebagai imbal dagang tot IFX? .
      Mohon penjelasannya @Caan.

      Hapus
    21. Saya ga bilang ga masuk akal. Kenapa ke Typhoon? Karena kalo kita beli Typhoon kita dikasih bantuan buat IF-X sama EADS jadi ga perlu bantuan US banyak-banyak. Sedangkan kalau beli Viper ya bisa dibantu US.

      Hapus
    22. Makanya saya bilang tunggu aja, buktiin omongan saya bener apa salah.
      Unknow : makanya saya bilang itu opsi, tergantung pengambil kebijakan gimana.
      Viper ngajuin tender di kohanudnas, belum tahu detailnya. Kalau tahu yg namanya madokafc bisa tanya dia, viper itu dagangannya.

      Hapus
    23. Oh Caan kenal madokafc?

      Hapus
    24. Enggak, enggak pernah ketemu juga

      Hapus
    25. @caan kalo gitu harus kita tetap beli SU35 ,karena kebutuhan saat ini sampai IFX terbang .Untuk memuluskan dapat tehnologi IFX ,beli aja F16V misal 8 biji dari pada beli typoon yang sudah pasti sangat asing bagi tehnisi TNI .Beda dengan F16 yang sudah di kenal dan mudah dalam perawatan karena sudah familiar dengan F16.Semakin banyak ragamnya tentu semakin ribet dalam perawatan dan integrasi link ,apalagi kita mau punya satelit militer .

      Hapus
    26. Oh ok. Kalo madokafc yang ngomong say percaya karena dia tahu banyak yang di belakang layar.

      Hapus
    27. Makanya kalau anda enggak percaya saya, bisa tanya dia sendiri.

      Bener enggak ef2000 tender ulang lagi ? Bisa tanyain ke dia.

      Hapus
    28. Su 35 tu uda di dpn mata...pilot F 5 uda belajar dan lulus terbng solo dgn Su 27/30...teknisi F-5 jg lgi bljr teknis sukhoi di hassanudin..pilot n teknisi jg lg kursus bhs rusia...

      Hapus
    29. Tambahan info kemungkinan F 16 block 15 yg sebanyak 10 unit..mw di upgrade ke viper tdk sebatas block 52..tp nanti lg di coba mnta persetujuan DPR krn btuh dana tmbhan lg..

      Hapus
    30. Makasih Infonya @Tupez.f . jadi SU35 pasti dibeli bahkan dubes rusia bilang ini masalah waktu tanda tangan kontrak aja paling lambat agustus.Saya lebih pilih F16V daripada typoon yang hanya nawarin tot bikin tanki cadangan lebih baik pilih gripen yang full tot .

      Hapus
    31. Kan dulu udah ada wacana...
      Pengganti F5 ya SU35, dan pengganti hawk 100/200 ya F16 Viper, lah pengganti F16 yg saat ini IFX.

      Nah kan udah cakep tooh...
      Oiya lah kalo PakFs T50 nggantiin siapa yaaa...???

      Ayo ada yg tahu..??? 😁

      Hapus
    32. Pengganti hawk 100/200 bkn F 16...kmungkinan FA- 50 dr korsel atw bsa Gripen E/F....nah pnggnti F-16 anda bnar mw di gnti IFX...Klw pnggnti Pak FA 50..adalh Su 27 yg di makassar..tp syg Pak FA 50 ny msh trz di uji prototypeny...harap bersabar..

      Hapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. 1. komen sy hanya ditujukan kepada saudara unknow.

    2. Ini adalah link kpd LVT :
    http://alutsista.blogspot.my/2012/05/tni-mohon-hibah-25-lvt-milik-korea.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaelah, berita dari blogger tahun 2012 eta berita kalau pun benar sudah jamuran kaleee.

      Hapus
    2. 2012 masih era SBY tetep aja ga ada urusannya sama Jokowi hahahaha

      Hapus
    3. Sebenarnya bukan hibah LVT dari Korea tapi hasil dari negosiasi pembelian beberapa alat militer dari Korea .Awalnya 35 unit akan di berikan ,tapi dalam pelaksanaannya hanya di terima 10 unit ,oleh karena itu di tagih oleh Indonesia sampai sekarang. Tapi Korea beralasan belum dapat izin dari pemerintahan AS untuk pengiriman berikutnya .Jadi korea berhutang 25 unit LVT pada Indonesia sampai sekarang. Jadi itu program pemerintah SBY lalu bukan JOKOWI .

      Hapus
    4. Om sapik masih belom mudeng ajah... adanya hibah yg ditawarkan korea karena Indonesia beli banyak alat perang korea.
      Lah korea ngasih bonus dan Indonesia minta bonus LVTp.
      Gitu ajah kok susah nangkepnya.. 😝

      Hapus
  7. Saya rase LVT adalah bonus korsel kpd indonesia kerana indonesia negara pertama di dunia pembeli jet KT Wong Bee dan T50 buatan KAI Korsel,indonesia jg beli 4 LPD,beli 3 kasel changbogo,jadi wajar korsel kasi hibah cuma2 LVT sebagai bonus kerana indonesia telah banyak beli senjata buatan korsel..tapi yg saya heran bila ada suatu negara yg konon katanya negara jaguh dan kaya boleh terima hibah dari negara kecik brunei itu yg saya hairankan...Wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak ada pemimpin Malaysia yg mengaku jaguh atau yg mengaku kaya seperti yg kamu bilang.
      Kamu nyatanya yg berprasangka buruk kpd Malaysia.
      Susah senang ato apa jua yg kamu anggap itu tidak pernah merubah nasib dan persodaraan 3-4 juta warga Indonesia yg hidup aman di Malaysia saat ini.

      Hapus
    2. Jaguh itu ekuivalen dengan SOK bin Songong... wkwkwk..
      😝

      Hapus
    3. Sama-sama orng indonesia saling bertengkar, hmmm

      Hapus