22 Mei 2017

KM Arau Segera Diberangkatkan ke Malaysia

22 Mei 2017

KM Arau 8704 (all photos : APMM)

Kapal patroli kedua yang disumbangkan oleh Jepang Coast Guard (JCG) untuk APMM/MMEA akan berlayar ke pulang pada akhir Mei, saat ini kapal dengan nama KM Arau ini sedang dalam tahap perbaikan akhir yang dilakukan di Jepang.



Jepang menghibahkan dua kapal kelas 90m masing-masing PL-01 Ojima dan PL-02 Erimo, kedua kapal ini masuk dinas di JCG pada tahun 1989 dan 1991.

Kapal pertama KM Pekan telah tiba di Malaysia pada bulan Maret lalu, saat perhelatan LIMA 17.

(Defense Studies)

Panglima Armabar Jajaki Pembelian Drone Intai Buatan Austria

22 Mei 2017


Drone Schiebel S-100 buatan Austria (all photos : Tribun Batam)

Batam (ANTARA News) - Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Aan Kurnia menyatakan masih menjajaki rencana pembelian drone intai buatan Austria untuk membantu pengamanan di laut.

Hal itu dikatakan Pangarmabar usai menyaksikan uji coba pesawat tanpa awak (drone) intai Rajawali S-100 buatan PT Schiebel Elektronische Gerate Gmbh, Austria di Perairan Batam, Kepulauan Riau, Sabtu.

"Kami masih dalam penjajakan untuk pembelian drone guna membantu tugas pengamanan laut. Untuk pengamatan awal lebih efektif kalau pakai alat seperti ini dari pada helikopter. Jadi kami cari yang memiliki kemampuan sesuai dengan tugas kami," kata dia.

Drone Rajawali S-100 berbentuk helikopter yang diuji coba didukung oleh sistem yang memiliki kemampuan tinggi dan merupakan perangkat yang mudah dibawa untuk operasi laut maupun darat. 

Drone ini mampu diaplikasikan sebagai alat intai jarak jauh, operasi di pesisir pantai, dukungan misi, pelindungan convoy, pengamanan multi sensor, anti penyelundupan, keamanan perbatasan, SAR dan pengawasan multi sensor.

Spesifikasi terbang yang dimiliki drone meliputi kecepatan terabang maksimul 130 knot (240 km/jam), kecepatan laju 100 knot (185 kilometer per jam) dan kecepatan operasi 55 knot (100km/jam). 



Drone tersebut juga memiliki daya terbang lebih dari enam jam dengan playload 25 kilogram dan kemampuan ketinggian jelajah 18.000 fl (5500 meter).

Spesifikasi teknis drone antara lain diameter rotor utama 3400 mm, panjang total 3110 mm, tinggi 1120 mm, berat maksimal T/O 200 kg, berat kosong 110 kilogram, kemampuan tanki bahan bakar interna 57,1 liter, tangki BBM eksternal mencapai 25,4 liter dan mampu menjangkau data link sejauh 200 kilometer.

Drone dilengkapi layar mission control yang dapat memberikan informasi video dengan waktu nyata dari kamera pilot termasuk penampilan data penerbangan seperti pada umumnya di pesawat modern.

Dengan tampilan multi fungsi pada layar kontrol, pesawat mampu memberikan informasi dan peringatan tentang sistem yang ada di pesawat dan di darat.

Arsitektuk dan link yang dimiliki drone tersebut juga mampu menyediakan data dengan bendwidth yang tinggi sehingga secara bersamaan dapat mengirimkan multiple video streams dan memungkinkan integrasi yang sederhana dari bermacam-macam payload.

"Secara umum sudah bagus. Namun untuk kameranya belum sesuai dengan harapan kami. Katanya kamera yang dipakai kali ini belum yang terbaik, makanya kami masih dalam tahap penjajakan," kata Aan.

ST Marine Pursues Air Cavity Hull Technology

22 Mei 2017


RSN Specialised Maritime Craft (photo : Monch)

Singapore Technologies (ST) Marine, the shipbuilding arm of defence prime ST Engineering, is in the final stages of validating new high-speed marine craft designs featuring its indigenously developed air cavity hull (ACH) technology, Jane's has learnt during the IMDEX 2017 exhibition being held in Singapore.

Air cavity hull (ACH) technology (image : research gate)

ACH technology aims to reduce the hydrodynamic drag of a marine vessel via air lubrication of its hull bottom. This injects and traps air underneath the hull to generate thin but large-area cavities that separate a significant section of the vessel's wetted hull surface from the contact with the water, resulting in improved operating efficiencies and overall performance.

(Jane's)

20 Mei 2017

Prajurit Resimen Kavaleri dan Artileri Marinir Laksanakan Latihan Menembak

20 Mei 2017
Latihan penembakan dengan AMX-10 PAC 90mm (all photos : Korps Marinir) 

114 Prajurit Menkav-1 MAR Laksanakan Materi Menembak

Dispen Kormar (Situbondo). Sebanyak 114 Prajurit Resimen Kavaleri-1 Marinir melaksanakan materi menembak kendaraan tempur (Ranpur) siang dan malam, kegiatan materi ini merupakan bagian dari Latihan Satuan Dasar (LSD) Triwulan II Tahun 2017, yang dilaksanakan oleh Menkav-1 Mar didaerah latihan Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir Baluran Situbondo, Jumat, (19/05/2017).

Kegiatan menembak ini ditinjau langsung oleh Komandan Menkav-1 Mar Kolonel Marinir Agung Trisnanto, Pasops Danmenkav-1 Mar Letkol Mar Supriyadi, Danyon Ranratfib-1 Mar Mayor Mar Agus Setiadi SH. M.,Tr.Hanla., Danyon Tankfib-1 Mar Mayor Mar Fachrul Ahmadi, Pabandya Binor Srena Kormar Mayor Mar Anton Prastowo, serta para Katim latihan kesenjataan Menkav-1 Mar.

Dalam kesempatan tersebut seluruh peserta latihan dalam hal ini kru material tempur melaksanakan penembakan siang dan malam hari. Adapun materi penembakan yang dilaksanakan pada siang hari meliputi penembakan Canon BMP 3F 100mm dan 30mm, Canon PT 76 M 90mm, Canon PT 76mm, AMX 10 PAC 90mm, M2HB 12,7mm, M2 7,62mm, GPMG 7,62mm, dan DSCHK 12,7mm. dengan jarak sasaran sejauh 400m, 800m, 1000m, 1200m dan 1500m, sedangkan pada malam hari dilaksanakan penembakan Canon BMP 3F 100mm dan 30mm serta PT 76 kaliber 76mm dengan jarak sasaran meliputi jarak 800m, 1000m  dan 1200m.



Danmenkav-1 Mar selaku Pimpinan Latihan LSD TW II tahun 2017 menyampaikan bahwa latihan ini bukan sekedar untuk formalitas namun manfaatkan latihan ini untuk meningkatkan, mengasah  serta mempertajam kemahiran sebagai kru ranpur, tanamkan jati diri sebagai prajurit professional yang cepat, tanggap, tepat dan mengejutkan dalam setiap tugas yang diberikan.

Mengawali kegiatan para peserta latihan diberi pembekalan materi oleh Katim penembakan Mayor Mar Wilibrordus, yang selanjutnya para peserta menuju ke kendaraan tempur dan senjata yang telah disiapkan sebelumnya.

“tetap utamakan zero accident, teliti dan konsentrasi adalah hal utama dalam kegiatan materi menembak kali ini stiap prajurit kavaleri pasti memiliki naluri tempur namun bila tidak diasah maka naluri tersebut akan senantiasa sia-sia oleh sebab itu manfaatkan sebaik mungkin kesempatan ini untuk menambah ilmu dan kemampuan kalian,” ungkap Katim materi menembak Mayor Marinir Wilibrordus. (Marinir)



Prajurit Resimen Artileri-1 MAR Laksanakan Menembak TW.II TA.2017

Dispen Kormar (Situbondo). Prajurit Resimen Artileri-1 Marinir melaksanakan menembak senjata berat Alutsista jenis Meriam Roket MLRS Vampire 122 MM, Meriam Howitzer 105 MM serta menembak meriam Arhanud BPV2 dan PKT dalam lanjutan Latihan Satuan Dasar (LSD) Tri Wulan II Darat/Laut Tahun 2017 di Pusat Latihan Tempur Baluran, Karangtekok Situbondo, Jawa Timur, (19/05/2017).


Materi Latihan dalam latihan menembak kesenjataan Artileri Korps Marinir yaitu prosedur permintaan bantuan tembakan, menentukan arah pokok, perintah tembakan, tembak tinjau, tembak pelaksanaan, penembakan malam dan koreksi hasil tembakan yang dilaksanakan oleh Batalyon Howitzer-1 Marinir dan Batalyon Roket-1 Marinir. 


Latihan penembakan dengan BVP-2 kanon 30mm (all photos : Korps Marinir)

Sedangkan untuk Batalyon Arhanud-1 Marinir melaksanakan pertahanan udara secara aktif dengan menghancurkan, meniadakan atau mengurangi daya guna dan hasil guna (efektifitas dan efesiensi) serangan udara musuh yang menggunakan pesawat terbang maupun peluru-peluru balistik dan peluru-peluru kendali.




Pimpinan Latihan Satuan Dasar (PIMLAT LSD) Menart-1 Mar TW.II. TA. 2017 Kolonel Marinir Ainur Rofiq didampingi Penasehat Latihan (HATLAT) Letkol Marinir Gunawan Tri Utomo, Perwira pelaksana latihan (PALAKLAT) Letkol Marinir Marhabang, S.H.,M.Tr.Hanla, Komandan Batalyon Roket-1 Marinir Letkol Marinir Dian Suryansyah,S.E,.M.Tr.Hanla, Komandan Batalyon Arhanud-1 Marinir Mayor Marinir Guntur Almsyih,S.H,.M.Tr.Hanla, Pengawas pengendalian (WASDAL) Mayor Marinir Prio Sigit, Mayor Marinir Endik Catur, Mayor Marinir Sonny Kurniawan meninjau langsung penembakan kesenjataan Artileri yang dimiliki Korps Marinir.

Latihan penembakan howitzer LG-1 105mm (all photos : Korps Marinir)


Dalam peninjauannya, Pimlat LSD TW.II.TA.2017 mengatakan bahwa dengan latihan tersebut diharapkan supaya seluruh prajurit Menart-1 Marinir besemangat dalam melaksanakan kegiatan, laksanakan kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, jangan lupa mengutamakan faktor keselamatan sehingga latihan ini benar-benar “Zero Accdent” selalu menjaga dan membina kebugaran fisik dan mental, karena setelah penembakan terlaksana masih ada kegiatan esok harinya yaitu Lintas Medan (Limed), Start Patalan naik ke Gunung Bromo Kabupaten Probolinggo dan Finish di Paserpan Kabupaten Pasuruan“, tegasnya. (Marinir)

Singapore Allocates SGD10 Million Towards Upgrading of Submarine Rescue Ship

20 Mei 2017


MV Swift Rescue, the RSN's submarine intervention and rescue vessel. (photo : Vladimir Knyas)

The Republic of Singapore Navy (RSN) has set aside SGD10 million (USD7.1 million) towards upgrades of its submarine rescue ship and its related sub-systems.

The matter was revealed by the RSN chief, Rear Admiral Lai Chung Han during his presentation at the International Maritime Security Conference, which was held in conjunction with the IMDEX 2017 maritime defence exhibition at the Changi Exhibition Centre on 16 May.

The admiral has, however, not given further details on the planned upgrades, saying only that these will result in "better submarine rescue capabilities" for the RSN. The upgrades will take place over the next two years, he added.

The RSN has been operating a 4,300-tonne helicopter-capable ship, MV Swift Rescue, jointly with a commercial operator since April 2009. The 83 m vessel is equipped with a 9.6 m, 25-tonne submarine rescue vehicle (SRV) known as the Deep Search and Rescue-6 (DSAR-6), and a remotely operated vehicle (ROV) equipped with manipulator arms.

Swift Rescue is currently the only ship in Southeast Asia that is capable of mating and conducting collective rescue and transfer of distressed submariners while under pressure. The platform is equipped with a recompression chamber that can rehabilitate up to 40 rescued submariners, in four separate compartments, at any one point of time.

(Jane's)

TNI-AD Tarik Seluruh Meriam Giant Bow

20 Mei 2017


Meriam Giant Bow II 2x23mm Kostrad TNI AD (photo : kostrad)

NATUNA – Investigasi insiden yang mengakibatkan empat prajurit Batalyon Artileri Pertahanan Udara Ringan 1/Divisi Infanteri 1 Kostrad berlanjut. Polisi Militer TNI-AD (Pomad) masih menggali data mengenai insiden tersebut. Berdasar laporan terakhir, meriam Giant Bow yang mengalami gangguan berada dalam kondisi baik.

Insiden itu terjadi ketika latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI di Tanjung Datuk, Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) Rabu lalu (17/5)

Berdasar informasi di lokasi kejadian, sejumlah perubahan dilakukan pasca kejadian. TNIAD tak hanya mengerahkan petugas untuk mengidentifikasi insiden tersebut. Tapi juga menarik mundur seluruh meriam Giant Bow yang semula turut serta dalam latihan.

Total ada sembilan Giant Bow yang ditarik. Selain Giant Bow yang mengalami gangguan, delapan lainnya turut ditarik mundur. Meski demikian, Mabes TNI-AD memastikan bahwa alutsista tersebut tetap siap siaga. ” Yang diidentifikasi hanya satu,” terang Kadispen AD Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh kemarin. Dia menekankan kembali bahwa alutsista itu berada dalam kondisi baik. Sebab, Yon Arhanud 1/ Divisi Infanteri 1 memeriksa peralatan tersebut sebelum dibawa ke Natuna.

”Dipelihara dengan baik di satuan Yon Arhanud 1/Divisi Infanteri 1 Kostrad,” ungkap dia kepada Jawa Pos kemarin (18/5). Namun, Denny belum bisa memastikan insiden tersebut bersumber dari malfungsi alutsista atau kesalahan prajurit. Berkaitan dengan hal itu, POM TNI-AD mendapat tugas untuk menginvestigasi insiden tersebut. ”Tim dari TNI-AD masih, sedang, dan terus melakukan investigasi untuk mengetahui penyebabnya,” terangnya. Hasil investigasi tersebut bakal dihimpun dan dilaporkan langsung kepada Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai pemegang komando PPRC TNI.


Meriam Giant Bow II 2x23mm diatas truk Isuzu Elf NPS 4×4 milik Batalyon Arhanud Ringan 1 Kostrad TNI AD (photo : vidio)

Denny memastikan, setiap korban yang terdampak insiden di lokasi latihan PPRC TNI diurus dengan baik. Itu merupakan bentuk tanggung jawab TNI-AD terhadap para korban peristiwa tersebut. Jenazah empat prajurit yang gugur dalam latihan yang puncaknya diselenggarakan hari ini (19/5) tersebut sudah berada di tengah keluarga masing-masing. ”Rabu malam (17/5) jenazah empat prajurit TNI-AD telah diberangkatkan menuju daerah asal masing-masing,” ujarnya.

Jenazah Danrai Kapten Arh Heru Bayu dibawa ke keluarganya di Padang, Sumatera Barat. Jenazah Pratu Marwan dibawa ke Pekanbaru, Riau. Lalu, jenazah Praka Edy ke Palopo dan jenazah Pratu Ibnu Hidayat ke Semarang. Seluruhnya dimakamkan secara militer sebagai bentuk penghormatan dari TNI-AD kepada prajurit.

Sementara itu, kondisi delapan korban luka terus dipantau. Laporan terakhir menyebutkan, kondisi empat korban luka ringan membaik. Mereka adalah Pratu Ridai, Pratu Didik, Praka Edi Sugianto, dan Pelda Dawid. ”Mereka berobat jalan,” kata Denny. Bahkan, Pelda Dawid yang berasal dari Pusat Penerangan (Puspen) TNI sudah keluar dari rumah sakit. Empat korban lainnya, Serda Alfredo Siahaan, Sertu Blego, Prada Wahyu Danar, serta Pratu Bayu Agung, masih dirawat secara intensif di RS Kartika Husada Pontianak. Mereka mengalami luka berat.

Meski insiden di Natuna merenggut empat nyawa prajurit TNI-AD, puncak latihan PPRC hari ini dilaksanakan sesuai dengan agenda. Kemarin seluruh prajurit TNI yang terlibat memang sudah tidak berlatih. Namun, persiapan dilakukan dengan matang. Sebab, bukan hanya panglima TNI dan kepala staf masing-masing angkatan yang dijadwalkan hadir. Presiden Joko Widodo pun turut menyaksikan langsung agenda tersebut. Bersama Gatot, Presiden Jokowi akan memimpin seremoni pembaretan gubernur-gubernur yang turut hadir.

(Jawa Pos)

PAF Nomad 68 Back in Flight Line

20 Mei 2017


PAF Nomad 68 (photo : Jack Hannen)

One of the three Nomad aircraft (N-22) of the Philippine Air Force, 220th Airlift Wing, with tail nr 68 is now back to the flight line after going through a major maintenance inspection.

The inspection was completed in record time in barely almost a month covering all the required scope of works. This is in accordance with the ASTA published Inspection Requirements Manual (IRM) Nomad series N22 & N24 pub # 12.39-1, considering that Nomad 68 has accumulated almost one thousand eight hundred (1,800) hours time in service.

Thus, the aircraft was subjected to IRM scheduled ‘D’ inspection and has undergone a thorough inspection including some non-destructive, mandatory compliance service bulletin and repetitive periodic inspections. Nomad aircrew and maintenance personnel led by Maj Meritto Jay Quijano PAF worked double time in order to bring the aircraft back to operational status in time.

The Nomad Aircraft was designed, developed and manufactured by Government Aircraft Factories (GAF) in Melbourne, Australia. The Philippine Air Force has been utilizing the Nomad Aircraft for almost 38 years now. It has performed tactical airlift operations in support to the Airlifter's mission and to the Armed Forces of the Philippines as well.

It also performed various tasks such as transport of personnel and material, aerial reconnaissance, air evacuation, transport assistance to various government agencies, delivery of munitions for combat operations and other functions as directed by higher headquarters.

One of the many significant impact brought by the use of these aircraft was the airlift support provided to COMELEC personnel during the 2013 National and Local elections in Pag-Asa island.

On the other hand, a recent report was also made by the Philippine Star states that, "The conduct of mid-term national and local elections in Palawan’s Kalayaan island town in the hotly-contested Spratlys archipelago is over in a matter of six hours—the fastest electoral exercise ever recorded so far in the country's election history". This would not have been possible without the support provided by the Nomad aircrew that time.

(PAF)